ANDONG, Kamis (6/05/2021). Move On itu artinya bergerak, berpindah dari sebuah situasi ke situasi yang lainnya. Perpindahan ke arah yang lebih tinggi, berkelas, bermartabat, alias lebih baik.
Jika saat ini Anda sedang mengalami galau yang luar biasa, boleh jadi karena masalah yang menumpuk, setiap hari adu mulut dengan orang-orang di sekitar Anda, belajar yang stagnan, bingung menghadapi masa depan, target yang tidak tercapai, hidup yang rutin dan menjemukan, itu tandanya Anda harus segera Move On.
“Ah, saya tidak mengalami hal-hal yang disebutkan tadi. Hidup saya enjoy, tenang dan bahagia, serta baik-baik saja. Berarti saya tidak perlu Move On, dong?” Salah, Anda juga perlu Move On.
Dunia di sekitar kita akan selalu berubah. Bahkan, tubuh kita pun mengalami perubahan tanpa kita mampu menghentikannya. Coba Anda bercermin, dibandingkan dengan 10 tahun yang lampau, apakah masih tetap sama?
Semua yang ada di dalam diri kita dan di sekitar kita berubahnya begitu dinamis dan sangat cepat. Apabila tidak Move On, Anda akan tertinggal, bahkan mungkin dilindas oleh perubahan itu sendiri.
“Tidak ada kemajuan yang bisa Anda raih tanpa melakukan perubahan”
Move On diperlukan oleh siapa pun: Anda, saya, dan siapa pun yang ingin keberadaannya di dunia ini tidak sia-sia.

Karena hidup itu ibaratnya seperti kita mengayuh sepeda. Untuk membuatnya tetap seimbang, kita harus Move On, demikian kata Albert Einstein. Bila kita berhenti mengayuh, sepeda akan jatuh.
Bila Anda tak mau berubah, dunia akan tetap berubah dan nasib Anda tertinggal, bahkan mungkin Anda akhirnya akan menjadi barang rongsokan yang bernilai rendah dan dicampakkan di tempat sampah.
Saat tua, Anda hanya menjadi beban bagi orang-orang di sekitar Anda. Ciri hidup itu adalah berubah dan bertumbuh. Jadi, bila Anda hanya diam dan tak mau berubah, sesungguhnya Anda telah mati. Secara biologis Anda masih hidup, namun sesungguhnya kehidupan Anda telah mati sebelum jasad Anda terbujur kaku di dalam bumi.
Ketika terbiasa hidup dengan rutinitas, Anda mulai terjebak menjadi seperti robot yang mekanistik. Beraktivitas tak perlu lagi berpikir dan tak menggunakan nurani. Saat itulah sebenarnya kehidupan Anda telah mati walau memang Anda masih disebut makhluk hidup.
Banyak orang yang punya tradisi “monkey see, monkey do”. Mereka hanya meniru, copy paste, dari generasi sebelumnya atau dari para seniornya. Orang-orang seperti ini tak memiliki keberanian melakukan terobosan baru, mencoba halhal yang baru.
Mereka khawatir melanggar pakem yang ada. Walaupun pekerja keras, mereka tak akan pernah mampu bersaing dengan generasi baru yang lebih trengginas.
Perubahan itu sendiri hadir sesungguhnya tidak selalu membawa kepada hal-hal yang mudah, indah, dan menyenangkan. Itulah sebabnya kebanyakan orang enggan
melakukan perubahan alias enggan move-ON.
Bagaimanapun risiko serta perasaan tidak nyaman tersebut, Anda tidak bisa menolak kehadiran perubahan. Tinggal Anda memilih untuk berubah menuju kemajuan ataukah diam yang berarti kemunduran.
Lalu, apa yang harus dilakukan agar kita bisa berhasil mengatasi perubahan yang akan selalu datang? Sebuah situs pengembangan diri livestrong.com menuliskan hal yang perlu kita persiapkan agar mampu mengatasi perubahan-perubahan yang selalu hadir dalam kehidupan kita.
Pertama, mendeteksi diri apakah kita sudah mengalami perubahan yang signifikan menuju ke arah yang sesuai ataukah malah mengalami penurunan dalam
perubahan.
Kita ketahui bahwa perubahan adalah bagian dari kehidupan yang tidak bisa kita elakkan. Dengan mendeteksi, kita akan semakin mampu menyetel adaptasi diri dan tumbuh dari setiap perubahan yang datang ke dalam hidup kita.
Kedua, set up ulang diri kita mengikuti perubahan dari luar dengan cara perlahan-lahan mengubah kebiasaan dan segala sesuatu yang diperlukan. Mulailah dengan mencicilnya sedikit demi sedikit, hingga pada akhirnya kita sepenuhnya berubah mengikuti alur irama yang baru.
Untuk bisa mendeteksi diri, Anda dapat menggunakan empat “on” sebagai alat deteksi yang efektif. Lalu, lakukan set up ulang diri dengan menyalakannya. Apa itu empat ON?
Di langit banyak bintang. Di antara bintang ada yang paling terang, itulah visi-ON. Di dalam hidup, Anda punya banyak keinginan. Di antara banyak keinginan itu ada yang paling besar yang ingin Anda wujudkan, itulah visi-ON.
Temukanlah visi-ON hidup Anda, maka ia akan menjadi bahan bakar dan energi dalam hidup Anda.
Tanpa menemukan visi hidup, Anda tidak tahu harus berbuat apa. Ibaratnya, Anda bepergian, tetapi tidak tahu harus pergi ke mana. Apa yang terjadi? Pasti hanya berputarputar tak tentu arah.
Atau, kalaupun Anda mempunyai resolusi tahunan, mungkin hanya sebatas membuat dan mendeklarasikan, tetapi tanpa energi dan ruh di dalamnya.
Akhirnya, Anda hanya semangat di awal tahun, namun tanpa hasil yang bisa Anda banggakan di akhir tahun. Dan itu berulang sepanjang tahun.
Vision saja tidak cukup, Anda juga harus acti-ON. Namun sadarilah, waktu yang tersedia di dunia ini sangatlah terbatas, maka harus ada skala prioritas dalam melakukan action, tentang mana hal yang harus kita kerjakan terlebih dahulu dan mana yang tidak, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh.
Kebanyakan orang salah menentukan karena salah pula menggunakan acuan dalam
prioritas. Dampaknya, kehidupannya akan semakin terbelit oleh masalah yang tidak pernah selesai, bahkan membesar dan siap menggelinding menghancurkan dirinya.
Dengan memiliki vision yang menantang, acti-ON Anda pun sangat jelas dan terarah. Action yang tidak berhubungan dengan vision harus Anda jauhi. Anda harus berani berkata “tidak” untuk ajakan action yang menjauhkan diri Anda dari tercapainya vision.
Action yang cerdas dalam rangka mewujudkan vision adalah action yang sesuai dengan passi-ON. Gabungan vision, action, dan passion akan menghasilkan karya
berkualitas dan bisa Anda banggakan. Hidup Anda pun lebih berenergi, dinamis, dan selalu kreatif menciptakan hal-hal baru.
Hidup Anda benar-benar menjadi lebih hidup. Waktu yang tersedia jauh lebih sedikit dibandingkan dengan peluang kebaikan yang tersebar di muka bumi. Agar menghasilkan karya yang berarti, lakukanlah action yang sesuai dengan passion.
Setiap orang pasti punya passion, temukanlah. Passion itu sesuatu yang Anda enjoy banget, asyik banget …, sehingga Anda rela mengorbankan waktu, tenaga, dan dana untuk melatihnya.
Segera temukan passion Anda dan bergeraklah sesuai passion itu. Hidup hanya sebentar, jangan lakukan action yang tidak Anda nikmati apalagi menyiksa Anda. Bila
bekerja tidak berdasarkan passion, Anda akan melakukannya seperti zombi atau mayat hidup.
Hidup Anda tidak bergairah. Hanya rutinitas yang berjalan dan tak terasa Anda sudah berada di penghujung usia.
Sebagai makhluk sosial, Move On yang kita lakukan akan bertahan lama dan mengalami percepatan bila kita melakukan collaborati-ON dengan berbagai komponen yang ada.
Collaboration terbaik diawali dari rumah bersama orang orang terdekat Anda. Setelah itu, Anda pun perlu menetapkan siapa partner sukses Anda. Bergurulah kepada orang yang bisa membantu tercapainya vision Anda.
Berguru pula kepada orang yang ahli untuk mengasah passion Anda. Jangan lupa, bergabunglah dengan komunitas-komunitas yang seirama dengan vision, action,
dan passion Anda.
Tanpa kolaborasi, energi Anda akan cepat meredup. Mengapa? Karena sumber energi dan semangat itu datang dari diri sendiri dan juga dari lingkungan pergaulan. Gabungkan dua sumber energi itu agar menjadi kekuatan yang dahsyat.
Ayo, segera Move-ON dengan empat ON! Dan, pastikan Move-ON Anda menjadikan hidup Anda lebih berkelas dan bermartabat di dunia dan terus berharap mendapat tempat terhormat di akhirat.
Sahabatku, sesungguhnya Dia menciptakan kita bukan untuk menjadi “sampah” dan beban bagi orang-orang di sekitar kita. Kita diciptakan untuk menjadi khalifah atau pengatur dan penguasa alam semesta dan semua itu bisa terwujud bila Anda Move-ON. Percayalah !!
Source: Diambil dari buku “ON” karya Jamil Azzaini


Mantap,,,let’s move on from zero to be hero. Left out BEMO mindset,,,